WhatsApp Plus Mulai Diuji, Ini Harga dan Fitur Berbayarnya

Teknologi5 Views

WhatsApp Plus Mulai Diuji, Ini Harga dan Fitur Berbayarnya WhatsApp mulai memasuki babak baru dengan uji coba layanan berbayar bernama WhatsApp Plus. Layanan ini belum tersedia untuk semua pengguna, tetapi sudah mulai muncul bagi sebagian pengguna Android beta di beberapa wilayah. Paket berlangganan tersebut menawarkan fitur tambahan seperti stiker premium, tema aplikasi, ikon khusus, ringtone eksklusif, jumlah chat yang bisa dipin lebih banyak, hingga pengaturan chat list yang lebih luas. Berdasarkan laporan WABetaInfo dan sejumlah media teknologi, harga yang terlihat dalam uji coba di Eropa berada di angka 2,49 euro per bulan, atau sekitar Rp50 ribuan jika dikonversi secara kasar.

WhatsApp Plus Mulai Disebar Terbatas

Layanan berbayar WhatsApp Plus saat ini masih berada dalam tahap uji coba terbatas. Artinya, tidak semua pengguna akan langsung melihat pilihan berlangganan di aplikasi mereka. Fitur ini dilaporkan muncul lebih dulu untuk sebagian pengguna WhatsApp Messenger versi Android beta, sementara dukungan untuk iOS disebut akan menyusul setelah pengujian berjalan lebih luas.

Perlu dipahami, WhatsApp Plus yang sedang diuji ini berbeda dari aplikasi tidak resmi yang selama ini beredar dengan nama mirip. WhatsApp Plus versi uji coba ini merupakan paket premium resmi yang muncul di dalam aplikasi WhatsApp, bukan aplikasi modifikasi pihak ketiga. Pengguna perlu berhati hati agar tidak mengunduh aplikasi palsu dengan nama serupa dari luar toko aplikasi resmi.

Meta tampaknya ingin mencoba pola baru untuk memperoleh pendapatan dari pengguna WhatsApp tanpa mengubah fungsi utama aplikasi. Percakapan pribadi, panggilan, grup, dan pengiriman pesan dasar tetap gratis. Paket berbayar ini lebih diarahkan untuk fitur tambahan, terutama personalisasi tampilan dan kemudahan penggunaan.

Harga WhatsApp Plus Berbeda Tiap Wilayah

Harga WhatsApp Plus belum diumumkan secara resmi untuk semua negara. Namun, laporan uji coba menunjukkan angka 2,49 euro per bulan di Eropa. Laporan TechCrunch juga menyebut harga lain yang terlihat dalam pengujian, yaitu 229 rupee Pakistan, atau sekitar 0,82 dolar AS. Ini menunjukkan bahwa harga dapat berbeda menurut wilayah.

Jika angka Eropa dikonversi ke rupiah, biaya bulanannya berada di kisaran Rp45 ribu sampai Rp50 ribu, tergantung kurs. Namun, angka tersebut belum bisa disebut sebagai harga resmi Indonesia. Jika layanan ini masuk pasar Indonesia, Meta dapat menetapkan harga lokal yang berbeda.

Beberapa laporan juga menyebut sebagian pengguna dapat melihat penawaran uji coba gratis selama satu bulan. Setelah masa coba berakhir, langganan kemungkinan akan berjalan otomatis setiap bulan jika tidak dibatalkan.

Fitur Premium Masih Berfokus pada Personalisasi

Daftar fitur WhatsApp Plus yang muncul dalam uji coba menunjukkan bahwa layanan ini belum menawarkan perubahan besar pada fungsi komunikasi utama. Fitur berbayarnya lebih banyak berkaitan dengan tampilan, ekspresi, dan kenyamanan pemakaian.

9to5Mac melaporkan beberapa fitur yang termasuk dalam WhatsApp Plus, antara lain stiker premium, kemampuan mengganti tema aplikasi, ikon aplikasi khusus, pin chat lebih banyak, ringtone premium, serta peningkatan pengaturan chat list.

Dengan kata lain, pengguna gratis tetap dapat memakai WhatsApp seperti biasa. Pesan pribadi, grup, panggilan suara, panggilan video, pengiriman foto, pengiriman dokumen, dan fitur utama lain tidak disebut akan dikunci di balik langganan.

Tabel Harga dan Fitur WhatsApp Plus

Berikut gambaran fitur dan harga yang muncul dari laporan uji coba awal. Data ini masih dapat berubah saat peluncuran lebih luas.

BagianKeterangan
Nama layananWhatsApp Plus
StatusUji coba terbatas
Platform awalWhatsApp Messenger Android beta
Perkiraan harga Eropa2,49 euro per bulan
Perkiraan konversi IndonesiaSekitar Rp50 ribuan per bulan
Harga wilayah lainDapat berbeda, salah satunya 229 rupee Pakistan dalam laporan uji coba
Masa cobaSebagian pengguna dapat melihat uji coba gratis satu bulan
Fitur utamaStiker premium, tema aplikasi, ikon khusus, ringtone premium
Fitur chatPin hingga 20 chat dan peningkatan pengaturan daftar chat
Pengguna bisnisTidak ditujukan untuk WhatsApp Business pada uji coba awal
Fungsi pesan dasarTetap gratis

Pin Chat Lebih Banyak Jadi Fitur yang Paling Terasa

Salah satu fitur yang paling berguna bagi pengguna aktif adalah pin chat lebih banyak. Saat ini, WhatsApp membatasi jumlah chat yang dapat dipin. Dalam paket WhatsApp Plus, laporan menyebut pengguna dapat memin hingga 20 chat.

Fitur ini dapat membantu pengguna yang memiliki banyak percakapan penting. Misalnya, chat keluarga, pasangan, kantor, komunitas, pelanggan, sekolah anak, grup kerja, dan beberapa kontak prioritas. Dengan jumlah pin lebih besar, pengguna tidak perlu terus menggulir daftar chat untuk menemukan percakapan penting.

Untuk pengguna biasa, fitur ini mungkin terasa kecil. Namun, bagi orang yang memakai WhatsApp sebagai pusat komunikasi harian, tambahan pin chat dapat membuat aplikasi terasa lebih rapi.

Tema Aplikasi dan Ikon Khusus

WhatsApp selama bertahun tahun dikenal dengan tampilan hijau yang sangat melekat. Lewat WhatsApp Plus, Meta tampaknya mulai membuka ruang personalisasi yang lebih luas. Pengguna berbayar dapat mengganti tema aplikasi dan memilih ikon aplikasi khusus.

Laporan The Next Web menyebut WhatsApp Plus membawa peningkatan kosmetik seperti 18 tema warna, ikon khusus, ringtone eksklusif, dan pin chat tambahan.

Fitur tema ini bisa menarik bagi pengguna yang bosan dengan tampilan standar. Warna aplikasi dapat disesuaikan dengan selera, sementara ikon khusus memberi tampilan berbeda di layar ponsel. Meski tidak mengubah fungsi utama, fitur seperti ini sering disukai pengguna yang ingin aplikasi terasa lebih personal.

Stiker Premium dan Ringtone Eksklusif

WhatsApp Plus juga membawa stiker premium dan ringtone eksklusif. Dua fitur ini terlihat sederhana, tetapi cukup sejalan dengan pola penggunaan WhatsApp yang semakin ekspresif. Banyak pengguna memakai stiker untuk merespons pesan, bercanda, atau membuat percakapan terasa lebih hidup.

Stiker premium dapat menjadi daya tarik bagi pengguna yang sering berinteraksi di grup. Ringtone eksklusif juga memberi kesan berbeda ketika ada panggilan masuk. Namun, fitur ini kemungkinan tidak akan menjadi alasan utama bagi semua orang untuk berlangganan.

Bagi sebagian pengguna, stiker dan ringtone mungkin terasa sebagai tambahan kecil. Bagi pengguna lain yang senang personalisasi, fitur ini dapat menjadi pembeda yang menyenangkan.

Pengaturan Chat List Lebih Luas

WhatsApp Plus juga disebut membawa peningkatan pada chat list. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur daftar chat dengan lebih nyaman, termasuk menerapkan pengaturan khusus ke banyak chat sekaligus.

Bagi pengguna yang memiliki banyak grup dan percakapan aktif, pengaturan chat list dapat membantu mengurangi rasa berantakan. WhatsApp kini digunakan bukan hanya untuk percakapan pribadi, tetapi juga kerja, jual beli, komunitas, sekolah, keluarga besar, hingga layanan pelanggan.

Dengan tambahan pengaturan seperti ini, Meta tampaknya ingin membuat WhatsApp Plus menarik untuk pengguna berat. Mereka yang memakai WhatsApp hanya sesekali mungkin tidak terlalu membutuhkan fitur tersebut.

WhatsApp Biasa Tetap Gratis

Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah apakah WhatsApp akan menjadi aplikasi berbayar penuh. Berdasarkan laporan uji coba saat ini, jawabannya tidak. WhatsApp Plus bersifat opsional dan tidak menghapus akses gratis ke fitur utama.

Meta dan WhatsApp tetap mempertahankan pengalaman pesan pribadi sebagai layanan utama. Bahkan dalam pengumuman terkait iklan di WhatsApp, Meta menegaskan bahwa percakapan pribadi tetap terenkripsi end to end dan tidak dipakai untuk menampilkan iklan.

Ini berarti pengguna yang tidak ingin membayar tetap dapat memakai WhatsApp untuk mengirim pesan, menelepon, mengirim foto, bergabung dalam grup, dan memakai layanan utama lain.

Berbeda dari WhatsApp Business Berbayar

WhatsApp Plus juga perlu dibedakan dari layanan WhatsApp Business. WhatsApp Business memiliki kebutuhan berbeda, terutama untuk pelaku usaha yang memakai WhatsApp sebagai saluran komunikasi pelanggan.

Beberapa laporan menyebut layanan ini tidak ditujukan untuk WhatsApp Business pada tahap awal.

Ini penting agar pengguna tidak keliru. WhatsApp Plus bukan paket untuk mengelola katalog bisnis, iklan, atau pesan pelanggan. Layanan ini lebih mirip paket premium untuk personalisasi dan kenyamanan pemakaian.

WhatsApp Juga Mulai Masuk Iklan di Tab Updates

Selain WhatsApp Plus, Meta juga sudah memperkenalkan monetisasi lewat tab Updates. Pada Juni 2025, Meta mengumumkan fitur baru seperti channel subscriptions, promoted channels, dan ads in Status. Iklan ditempatkan di tab Updates, bukan di daftar chat pribadi.

Halaman resmi WhatsApp Business juga menjelaskan bahwa iklan akan muncul di Status dan Channels. WhatsApp menyebut pengalaman pesan pribadi tidak berubah, dan personal messages, calls, serta statuses tetap terenkripsi end to end.

Dengan demikian, monetisasi WhatsApp berjalan dari dua arah. Pertama, fitur premium untuk pengguna melalui WhatsApp Plus. Kedua, iklan dan promosi di area Updates untuk bisnis dan channel.

Tabel Perbedaan WhatsApp Gratis, WhatsApp Plus, dan Monetisasi Updates

LayananPengguna SasaranStatus BiayaFungsi Utama
WhatsApp gratisSemua penggunaGratisChat, grup, panggilan, media, dokumen
WhatsApp PlusPengguna biasa yang ingin fitur tambahanBerlangganan bulananTema, ikon, stiker premium, ringtone, pin chat lebih banyak
Channel subscriptionsPengikut channel tertentuBerbayar sesuai channelKonten eksklusif dari channel
Promoted ChannelsAdmin channel dan bisnisBerbayar untuk promosiMeningkatkan visibilitas channel
Ads in StatusBisnisBerbayar untuk pengiklanIklan di area Status dan Updates
WhatsApp BusinessPelaku usahaGratis dan layanan bisnis tertentu bisa berbiayaKomunikasi pelanggan, katalog, tools bisnis

Privasi Chat Pribadi Tetap Jadi Sorotan

Setiap kali WhatsApp memperkenalkan fitur berbayar atau iklan, isu privasi langsung menjadi perhatian. WhatsApp selama ini dikenal sebagai aplikasi pesan dengan enkripsi end to end. Karena itu, pengguna khawatir jika monetisasi membuat percakapan pribadi ikut dipakai untuk iklan.

WhatsApp menyatakan iklan hanya akan muncul di Status dan Channels, terpisah dari personal chats dan calls. Dalam FAQ resminya, WhatsApp menjelaskan bahwa pengguna yang hanya memakai WhatsApp untuk pesan pribadi tidak akan melihat iklan di chat pribadi.

Kebijakan ini menjadi poin penting. Meta perlu menjaga kepercayaan pengguna agar fitur premium dan iklan tidak membuat WhatsApp terasa terlalu komersial di ruang percakapan pribadi.

Mengapa Meta Membawa Langganan ke WhatsApp

Meta selama ini mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan utama dari Facebook dan Instagram. WhatsApp memiliki jumlah pengguna sangat besar, tetapi monetisasinya tidak seagresif platform Meta lain. Dengan WhatsApp Plus, Meta mencoba membuka sumber pendapatan tambahan dari pengguna yang bersedia membayar untuk fitur ekstra.

Laporan T3 menyebut WhatsApp Plus mengikuti pola layanan premium di platform lain, seperti Snapchat Plus, dengan fitur yang lebih banyak menyentuh personalisasi dan kenyamanan. WhatsApp memiliki lebih dari tiga miliar pengguna bulanan, sehingga tingkat adopsi kecil pun dapat menjadi pendapatan besar bagi Meta.

Strategi ini juga memperlihatkan bahwa aplikasi pesan tidak lagi hanya mengandalkan layanan dasar. Platform besar mulai mencari fitur tambahan yang dapat dijual tanpa membuat pengguna gratis merasa dipaksa membayar.

Apakah Fitur Ini Layak Dibayar?

Jawaban atas pertanyaan ini sangat bergantung pada pola pemakaian. Untuk pengguna yang hanya memakai WhatsApp untuk pesan keluarga dan beberapa grup, WhatsApp Plus mungkin belum terasa perlu. Stiker premium, tema, ikon, dan ringtone eksklusif bukan kebutuhan utama.

Namun, bagi pengguna yang memakai WhatsApp sepanjang hari, fitur seperti pin hingga 20 chat dan pengaturan chat list dapat terasa berguna. Pengguna yang senang tampilan berbeda juga mungkin tertarik mencoba tema dan ikon khusus.

Dengan harga sekitar Rp50 ribuan per bulan jika mengikuti angka Eropa, WhatsApp Plus berada di kisaran yang mirip dengan biaya langganan aplikasi ringan. Namun, untuk pasar Indonesia, daya tariknya akan sangat dipengaruhi harga lokal.

Risiko Salah Paham dengan Aplikasi Modifikasi

Nama WhatsApp Plus selama ini sering dikaitkan dengan aplikasi modifikasi tidak resmi. Aplikasi semacam itu berisiko bagi keamanan akun karena tidak berasal dari WhatsApp resmi. Pengguna dapat terkena pembatasan akun, kehilangan data, atau membuka akses ke pihak yang tidak jelas.

Karena itu, jika WhatsApp Plus resmi masuk lebih luas, pengguna harus memastikan fitur tersebut muncul di aplikasi WhatsApp resmi yang diunduh dari Play Store atau App Store. Jangan mengunduh file APK dari situs tidak jelas hanya karena mengaku menawarkan WhatsApp Plus.

Meta kemungkinan perlu memberi edukasi tegas agar pengguna tidak salah mengira antara paket langganan resmi dan aplikasi modifikasi lama yang memakai nama serupa.

Tanda Fitur Sudah Tersedia di Akun Pengguna

Bagi pengguna yang mendapat akses uji coba, opsi berlangganan biasanya akan muncul di dalam menu pengaturan aplikasi. WABetaInfo melaporkan bahwa jika paket tersedia, pengguna akan melihat opsi untuk subscribe di bagian pengaturan.

Jika opsi itu belum muncul, berarti akun tersebut belum masuk kelompok uji coba. Tidak ada cara resmi untuk memaksa fitur muncul lebih cepat. Pengguna hanya bisa memperbarui aplikasi melalui toko resmi dan menunggu giliran jika WhatsApp memperluas uji coba.

Uji coba semacam ini biasanya dilakukan bertahap. Meta dapat mengubah harga, fitur, atau wilayah peluncuran berdasarkan respons pengguna.

Daftar Fitur yang Paling Banyak Dibahas

Beberapa fitur WhatsApp Plus lebih banyak menarik perhatian dibanding yang lain. Pin chat lebih banyak dianggap paling berguna untuk pemakaian harian. Tema dan ikon khusus menarik untuk personalisasi. Stiker premium dan ringtone eksklusif memberi nilai hiburan.

Berikut daftar fitur yang banyak disebut dalam laporan uji coba:

FiturFungsi
Premium stickersAkses stiker khusus untuk percakapan
App themeMengubah tema atau warna tampilan aplikasi
Custom app iconMemilih ikon aplikasi khusus di layar ponsel
Extra pinned chatsMemin lebih banyak chat, dilaporkan hingga 20 chat
Premium ringtonesRingtone eksklusif untuk panggilan WhatsApp
Upgrade chat listsPengaturan daftar chat lebih luas
Bulk chat settingsMenerapkan pengaturan ke banyak chat sekaligus
Free trialSebagian pengguna dapat melihat masa coba gratis satu bulan

Pengguna Indonesia Masih Menunggu Kepastian

Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai harga WhatsApp Plus untuk Indonesia. Angka Rp50 ribuan per bulan yang beredar berasal dari konversi harga Eropa, bukan harga resmi lokal. Jika layanan ini masuk Indonesia, Meta dapat menggunakan harga berbeda agar lebih sesuai dengan pasar.

Pengguna Indonesia juga perlu menunggu apakah semua fitur yang diuji di Eropa dan wilayah lain akan dibawa sama persis. Pada banyak layanan digital, fitur premium sering dirilis bertahap dan bisa berbeda antarnegara.

Karena itu, kabar WhatsApp berbayar perlu dilihat secara hati hati. WhatsApp tidak berubah menjadi aplikasi wajib bayar. Yang sedang diuji adalah paket tambahan untuk pengguna yang menginginkan fitur ekstra.

Dampak bagi Pengguna Harian

Bagi pengguna harian, hadirnya WhatsApp Plus mungkin tidak langsung mengubah kebiasaan. Mereka tetap bisa memakai WhatsApp gratis. Perubahan baru akan terasa jika pengguna ingin fitur tampilan tambahan atau kapasitas pin chat lebih banyak.

Namun, hadirnya layanan berbayar menandakan WhatsApp mulai membuka babak monetisasi yang lebih besar. Setelah tab Updates mulai diisi iklan, kini pengguna biasa juga ditawari paket premium. Langkah ini bisa diterima jika fitur gratis tetap kuat dan ruang chat pribadi tidak terganggu.

Bila Meta terlalu agresif, pengguna bisa merasa WhatsApp menjadi terlalu ramai oleh fitur komersial. Namun, jika dijaga sebagai fitur opsional, WhatsApp Plus dapat menjadi pilihan tambahan tanpa mengganggu pengguna gratis.

Hal yang Perlu Dicek Sebelum Berlangganan

Sebelum membayar WhatsApp Plus, pengguna sebaiknya memeriksa beberapa hal. Pertama, pastikan fitur benar benar muncul di aplikasi WhatsApp resmi. Kedua, cek harga dalam mata uang lokal dan apakah ada pajak tambahan. Ketiga, baca aturan pembatalan langganan. Keempat, pastikan fitur yang ditawarkan memang dibutuhkan.

Pengguna juga perlu memeriksa apakah langganan terhubung dengan akun Google Play atau App Store. Jika iya, pembatalan biasanya dilakukan melalui sistem langganan toko aplikasi, bukan hanya dari dalam WhatsApp.

Untuk pengguna yang hanya penasaran, masa coba gratis dapat dimanfaatkan jika tersedia. Namun, catat tanggal berakhirnya masa coba agar tidak otomatis tertagih jika tidak ingin melanjutkan.

WhatsApp Berbayar Masih Bersifat Pilihan

Poin paling penting dari uji coba ini adalah sifatnya yang opsional. WhatsApp Plus tidak mengunci fungsi utama aplikasi. Pengguna gratis tetap bisa memakai layanan pesan seperti biasa. Paket berbayar lebih ditujukan untuk mereka yang menginginkan tampilan lebih personal, shortcut lebih luas, dan fitur tambahan yang membuat aplikasi terasa berbeda.

Dengan harga uji coba sekitar 2,49 euro per bulan di Eropa, WhatsApp Plus akan menguji seberapa besar pengguna bersedia membayar untuk fitur kosmetik dan kenyamanan tambahan. Jika respons positif, layanan ini kemungkinan diperluas ke lebih banyak negara dan platform.

Untuk saat ini, pengguna Indonesia belum perlu panik soal WhatsApp menjadi aplikasi berbayar penuh. Yang perlu diperhatikan adalah membedakan layanan resmi dengan aplikasi modifikasi, membaca harga lokal jika nanti tersedia, dan menilai apakah fitur yang ditawarkan benar benar sepadan dengan biaya bulanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *