AS “Pelototi” Malaysia, Minta Awasi Peredaran Chip AI di Asia Washington/Kuala Lumpur – Amerika Serikat (AS) semakin memperketat pengawasan terhadap peredaran chip kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara, dengan Malaysia menjadi pusat perhatian utama. Pemerintah AS secara resmi meminta Malaysia dan negara-negara di kawasan ASEAN untuk lebih ketat dalam memantau distribusi chip AI canggih yang diduga dapat berakhir di tangan negara-negara yang terkena sanksi, terutama Tiongkok dan Rusia.
Langkah ini mencerminkan kekhawatiran Washington terhadap peningkatan ekspor semikonduktor dari negara-negara Asia Tenggara ke pihak yang dianggap sebagai ancaman geopolitik. Dengan semakin berkembangnya industri chip di kawasan ini, AS berupaya mengendalikan rantai pasok global guna membatasi akses teknologi AI bagi negara-negara yang dianggap sebagai pesaing strategis.
Mengapa Malaysia Jadi Sorotan AS?
1. Malaysia Pusat Perakitan dan Distribusi Semikonduktor
Malaysia dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri semikonduktor global. Negara ini menjadi basis utama perakitan, pengujian, dan distribusi chip yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Intel, Texas Instruments, dan Infineon.
Menurut data Malaysian Investment Development Authority (MIDA), sekitar 13 persen perdagangan semikonduktor dunia melewati Malaysia, menjadikannya pusat logistik vital dalam rantai pasokan chip global.
“Malaysia memiliki peran strategis dalam rantai pasokan semikonduktor global. AS ingin memastikan bahwa teknologi AI mutakhir tidak bocor ke negara-negara yang terkena sanksi,” ujar seorang pejabat Departemen Perdagangan AS yang enggan disebutkan namanya.
2. Dugaan Jalur Perdagangan Chip ke Negara Tersanksi
Berdasarkan laporan dari Bureau of Industry and Security (BIS) AS, ada indikasi bahwa beberapa chip canggih yang digunakan untuk AI dapat dialihkan ke Tiongkok atau Rusia melalui negara-negara transit, termasuk Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.
Tahun lalu, AS telah membatasi ekspor chip AI dari perusahaan seperti Nvidia dan AMD ke Tiongkok, karena dianggap berpotensi mempercepat pengembangan teknologi militer dan sistem pengawasan massal. Namun, produk-produk ini tetap beredar di pasar gelap melalui jalur distribusi tidak resmi.
“Kami melihat pola di mana chip AI canggih dikirim ke Asia Tenggara terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk ke negara-negara yang terkena sanksi,” kata seorang analis industri teknologi di Washington.
Langkah AS dalam Mengontrol Peredaran Chip AI di Asia
1. Tekanan Diplomatik terhadap Malaysia dan ASEAN
Untuk mencegah bocornya teknologi AI ke negara-negara yang dianggap sebagai ancaman, AS telah melakukan pendekatan diplomatik dengan Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya. Washington menekan Malaysia untuk memperketat regulasi dan meningkatkan transparansi dalam perdagangan chip.
Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur telah bertemu dengan pejabat tinggi Malaysia untuk membahas langkah-langkah pengawasan lebih ketat, termasuk:
- Meningkatkan pemantauan perusahaan logistik dan distributor
- Menjalin kerja sama lebih erat dengan AS dalam hal regulasi ekspor teknologi
- Mewajibkan pelaporan yang lebih rinci tentang tujuan akhir produk semikonduktor
2. Ancaman Sanksi bagi Perusahaan yang Melanggar
Selain pendekatan diplomatik, Washington juga memberikan peringatan bahwa perusahaan Malaysia atau Asia Tenggara yang terlibat dalam pengiriman chip AI ke negara-negara yang terkena sanksi dapat menghadapi tindakan hukum dan sanksi dari AS.
“Kami akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang membantu mengalirkan teknologi AI sensitif ke pihak yang tidak seharusnya,” ujar seorang pejabat senior dari Departemen Perdagangan AS.
Chip AI di Asia Respon Malaysia dan Negara ASEAN Lainnya
1. Malaysia Berjanji Akan Perketat Pengawasan
Pemerintah Malaysia merespons tekanan AS dengan menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap ekspor chip AI, terutama yang berpotensi berakhir di negara-negara dengan pembatasan perdagangan.
Menteri Perdagangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz, mengatakan bahwa Malaysia tetap berkomitmen terhadap aturan perdagangan internasional, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak ekonomi dan hubungan dagang dengan Tiongkok.
“Kami akan memastikan perdagangan teknologi tetap berjalan sesuai aturan, tetapi Malaysia juga memiliki hak untuk menjalin kerja sama ekonomi dengan siapa pun,” ujar Tengku Zafrul dalam konferensi pers di Kuala Lumpur.
2. Sikap Berbeda dari Negara ASEAN Lainnya
Negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Singapura dan Thailand, juga menjadi transit utama dalam rantai pasokan teknologi. Namun, sejauh ini, mereka belum memberikan tanggapan resmi terkait tekanan AS untuk membatasi ekspor chip AI.
Di sisi lain, Filipina menyatakan akan mengikuti kebijakan perdagangan AS, sementara Vietnam lebih cenderung mempertahankan netralitas dalam isu ini.
Dampak Pengawasan AS terhadap Industri Chip di Asia Tenggara
1. Potensi Gangguan dalam Rantai Pasokan Teknologi
Jika AS semakin memperketat pengawasan, ada kemungkinan rantai pasokan semikonduktor global akan mengalami hambatan yang berdampak pada banyak industri, mulai dari manufaktur elektronik hingga kecerdasan buatan.
Beberapa pengamat khawatir bahwa kebijakan ini justru akan memperlambat pertumbuhan industri teknologi di Asia Tenggara karena ketergantungan terhadap teknologi AS.
2. Hubungan Dagang AS-Malaysia Bisa Terganggu
Malaysia memiliki hubungan dagang yang erat dengan AS dan Tiongkok. Jika tekanan dari Washington terus meningkat, Malaysia bisa berada dalam posisi sulit antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Sejumlah analis perdagangan menyebut bahwa jika AS terlalu agresif. Malaysia dan negara ASEAN lain bisa mencari alternatif pemasok teknologi dari Eropa atau Jepang, yang lebih fleksibel dalam kebijakan ekspornya.
Chip AI di Asia Tenggara Jadi Medan Persaingan Teknologi Global
Permintaan AS agar Malaysia dan negara ASEAN lainnya memperketat pengawasan terhadap peredaran chip AI menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini dalam peta persaingan teknologi global.
📌 Dengan semakin meningkatnya ketegangan antara AS dan Tiongkok dalam hal penguasaan teknologi AI. Asia Tenggara kini menjadi medan pertempuran utama dalam perang dagang dan teknologi.
Apakah Malaysia akan menuruti permintaan AS atau tetap menjaga keseimbangan dalam hubungannya dengan Tiongkok? Jawabannya akan sangat menentukan arah perdagangan semikonduktor global di tahun-tahun mendatang.