Kimi K3 Baru Dirilis, AI China Ini Langsung Dilirik Microsoft Perusahaan kecerdasan buatan asal China, Moonshot AI, kembali menarik perhatian industri teknologi global setelah memperkenalkan Kimi K3. Model terbaru tersebut membawa 2,8 triliun parameter, kemampuan memahami teks dan visual secara langsung, serta kapasitas masukan sampai satu juta token.
Kimi K3 tidak hanya ditujukan untuk menjawab pertanyaan dalam percakapan. Moonshot membangunnya untuk menangani pengembangan perangkat lunak dalam waktu panjang, mengolah dokumen berukuran besar, membuat presentasi, menyunting video, melakukan riset, hingga menjalankan pekerjaan bertahap dengan sedikit campur tangan manusia.
Belum lama diperkenalkan, Kimi K3 dilaporkan telah masuk dalam pengamatan Microsoft. Perusahaan teknologi yang dipimpin Satya Nadella itu disebut sedang menilai kemungkinan menghadirkan Kimi K3 melalui layanan Azure dan mengujinya untuk sebagian pekerjaan pada Copilot. Informasi tersebut masih berupa laporan media dan belum diumumkan secara resmi oleh Microsoft.
Ketertarikan Microsoft menjadi sorotan karena Kimi K3 berasal dari China, tetapi dikembangkan sebagai model dengan bobot yang dapat diakses secara terbuka. Perusahaan pengguna dapat memiliki pilihan lebih luas untuk menempatkan model pada infrastruktur yang dikelola sendiri, selama mempunyai perangkat komputasi yang mencukupi.
Moonshot AI Memperkenalkan Model Terbesarnya
Moonshot AI mengumumkan Kimi K3 pada pertengahan Juli 2026. Perusahaan menyebutnya sebagai model paling kuat yang pernah dikembangkan dalam keluarga Kimi. K3 disiapkan untuk pekerjaan yang membutuhkan penalaran panjang, pengolahan banyak informasi, penggunaan alat digital, dan pengembangan kode dalam beberapa tahap.
Model ini memiliki 2,8 triliun parameter. Jumlah tersebut membuat Kimi K3 diklaim sebagai model terbuka pertama yang mendekati kelas 3 triliun parameter. Moonshot juga memasang kemampuan visual bawaan sehingga sistem dapat memahami gambar, tangkapan layar, video, teks, dan unsur antarmuka dalam satu proses.
Kapasitas masukan sampai satu juta token memungkinkan pengguna memberikan dokumen yang sangat panjang, kumpulan kode berukuran besar, laporan keuangan, buku, atau rangkaian percakapan tanpa harus memecah seluruh bahan menjadi bagian kecil.
Jumlah parameter besar tidak berarti seluruh bagian model bekerja dalam waktu bersamaan. Kimi K3 memakai susunan Mixture of Experts atau campuran pakar. Dari 896 kelompok pakar yang tersedia, hanya 16 yang diaktifkan untuk mengolah setiap token. Cara tersebut membantu menekan kebutuhan komputasi dibandingkan apabila seluruh parameter selalu dijalankan.
Dua Teknologi Baru Mengatur Aliran Informasi
Moonshot membangun Kimi K3 menggunakan Kimi Delta Attention dan Attention Residuals. Kimi Delta Attention dirancang untuk meningkatkan efisiensi ketika model menangani masukan panjang. Attention Residuals membantu model memilih kembali informasi dari lapisan sebelumnya tanpa sekadar menumpuk semua hasil pemrosesan.
Perusahaan mengklaim gabungan perubahan struktur, metode pelatihan, dan pengaturan data menghasilkan efisiensi penskalaan sekitar 2,5 kali lebih baik dibandingkan Kimi K2. Angka tersebut berasal dari pengujian internal Moonshot dan masih memerlukan penilaian lebih luas dari pihak independen.
Kimi K3 juga dilatih dengan teknik kuantisasi sejak tahap penyempurnaan. Teknik ini membantu model menggunakan format angka yang lebih ringan ketika dijalankan. Meski demikian, skala 2,8 triliun parameter membuat pengoperasiannya tetap membutuhkan perangkat komputasi kelas pusat data.
Moonshot bahkan merekomendasikan penggunaan susunan supernode dengan sedikitnya 64 akselerator untuk penerapan dalam skala besar. Rekomendasi tersebut memperlihatkan bahwa label terbuka tidak otomatis membuat Kimi K3 mudah dipasang pada komputer biasa.
Microsoft Disebut Menguji Kimi K3 untuk Copilot
Laporan yang beredar menyebut tim Microsoft sedang mengevaluasi Kimi K3 untuk beberapa pekerjaan Copilot. Tugas yang dipertimbangkan antara lain merangkum dokumen, membantu penulisan, menghasilkan kode, mengolah bahan kerja, dan menjawab permintaan produktivitas umum.
Microsoft juga disebut sedang mengupayakan agar pelanggan Azure memperoleh akses terhadap Kimi K3. Apabila terlaksana, perusahaan dapat mencoba model tersebut melalui infrastruktur Microsoft tanpa harus membangun pusat komputasi sendiri.
Namun, belum ada pengumuman resmi yang menyatakan Kimi K3 telah menjadi bagian dari Copilot. Belum diketahui pula apakah Microsoft akan memakainya sebagai model utama, pilihan tambahan, atau hanya untuk permintaan tertentu.
Tahap pengujian dapat berlangsung panjang karena Microsoft harus menilai ketepatan jawaban, keamanan, kecepatan, kebutuhan komputasi, kemampuan penggunaan alat, serta kesesuaiannya dengan aturan perusahaan dan negara tempat layanan beroperasi.
Menurut penulis, ketertarikan Microsoft menunjukkan bahwa persaingan model AI tidak lagi hanya ditentukan oleh negara asal. Perusahaan besar akan memperhitungkan biaya, kemampuan, kecepatan, dan kemudahan penerapan sebelum memilih mesin yang menangani setiap pekerjaan.
Hubungan Microsoft dan Moonshot Sebenarnya Bukan Hal Baru
Laporan mengenai Kimi K3 tidak muncul tanpa jejak kerja sama sebelumnya. Dokumentasi resmi Microsoft memperlihatkan bahwa sejumlah model Moonshot telah tersedia melalui Microsoft Foundry.
Daftar tersebut mencakup Kimi K2.5, Kimi K2.6, dan Kimi K2.7 Code. Model model tersebut menerima teks dan gambar, mendukung pemanggilan alat, serta dapat digunakan untuk kebutuhan percakapan dan pengembangan aplikasi.
Keberadaan generasi Kimi sebelumnya membuat penambahan K3 ke dalam Azure lebih mudah dipahami. Microsoft sudah mempunyai saluran teknis dan bisnis untuk menawarkan model Moonshot kepada pelanggan.
Microsoft Foundry sendiri dirancang sebagai tempat pengembang memilih berbagai model AI. Pelanggan tidak hanya bergantung pada model OpenAI. Mereka dapat menggunakan produk dari Microsoft, Anthropic, xAI, DeepSeek, Moonshot, Mistral, dan penyedia lain sesuai kebutuhan.
Pendekatan banyak model memungkinkan Microsoft memilih mesin berbeda untuk pekerjaan berbeda. Model paling kuat dapat dipakai untuk permintaan rumit, sedangkan model yang lebih murah dapat menangani ringkasan, klasifikasi, penyusunan tulisan, atau bantuan kode sederhana.
Biaya Operasional Menjadi Alasan Kimi K3 Menarik
Setiap permintaan kepada AI membutuhkan proses inferensi, yaitu tahap ketika model yang telah dilatih menghasilkan jawaban. Biaya satu permintaan mungkin terlihat kecil, tetapi jumlahnya menjadi sangat besar ketika layanan digunakan jutaan orang setiap hari.
Laporan YourStory yang mengutip The Information menyebut penggunaan Kimi K3 berpotensi membantu Microsoft mengurangi biaya inferensi Copilot sampai 60 persen untuk pekerjaan tertentu. Penghematan tahunan bahkan disebut dapat mencapai 600 juta dolar AS. Angka itu masih berupa perkiraan dan belum dikonfirmasi Microsoft.
Moonshot menetapkan harga Kimi K3 sebesar 0,30 dolar AS untuk satu juta token masukan yang ditemukan dalam penyimpanan sementara. Masukan yang tidak ditemukan dikenai tarif 3 dolar AS per satu juta token, sedangkan keluaran dihargai 15 dolar AS per satu juta token.
Associated Press melaporkan bahwa tarif Kimi K3 masih sekitar separuh biaya salah satu model kuat milik OpenAI berdasarkan analisis Bank of America. Selisih harga tersebut dapat menjadi perhatian perusahaan yang menjalankan layanan AI dalam jumlah sangat besar.
Namun, harga token bukan satu satunya unsur. Microsoft juga harus menghitung kebutuhan perangkat keras, jumlah panggilan berulang, waktu menghasilkan jawaban, penggunaan memori, pengelolaan keamanan, dan biaya pusat data.
Model agen biasanya melakukan banyak tindakan untuk menyelesaikan satu permintaan. Sistem dapat mencari informasi, membuka dokumen, menjalankan kode, memeriksa hasil, lalu mengulang pekerjaan apabila menemukan kesalahan. Setiap langkah memakai token dan tenaga komputasi tambahan.
Kemampuan Koding Menjadi Senjata Utama Kimi K3
Kimi K3 dirancang untuk bekerja dalam sesi pengembangan perangkat lunak yang panjang. Model dapat menelusuri kumpulan kode besar, menjalankan perintah terminal, membaca hasil pengujian, menemukan kesalahan, dan melakukan perubahan tanpa membutuhkan instruksi baru pada setiap tahap.
Moonshot menguji kemampuan tersebut melalui proyek optimasi kernel untuk pengolah grafis. Model diberi waktu sampai 24 jam untuk memeriksa, menulis ulang, dan menguji sejumlah tugas. Dalam pengujian perusahaan, Kimi K3 mencatat hasil yang bersaing dengan model kuat lain.
Kimi K3 juga diklaim mampu membangun MiniTriton, sebuah sistem pemrograman pengolah grafis dengan kompilator, lapisan instruksi, pengoptimalan, dan jalur pembuatan kode sendiri. Moonshot mengatakan sistem tersebut dapat menjalankan pelatihan nanoGPT dengan hasil yang stabil.
Kemampuan lain yang ditampilkan adalah perancangan cip untuk melayani model kecil. Dalam demonstrasi internal selama 48 jam, K3 memakai perangkat desain elektronik terbuka untuk membangun, mengoptimalkan, dan memeriksa rancangan cip. Hasil tersebut belum sama dengan produksi cip fisik, tetapi menunjukkan kemampuan sistem menjalankan proyek teknik yang panjang.
Pengembang tetap perlu memeriksa kode yang dihasilkan. Model dapat membuat fungsi yang terlihat benar tetapi memiliki celah keamanan, kesalahan perhitungan, ketergantungan yang tidak sesuai, atau penggunaan sumber daya berlebihan.
Kimi K3 Dapat Mengolah Gambar dan Video
Kemampuan multimodal membuat Kimi K3 tidak hanya menerima instruksi tulisan. Model dapat melihat tangkapan layar, gambar rancangan, video, grafik, dan tampilan aplikasi.
Dalam pembuatan situs atau permainan, sistem dapat menulis kode, membuka hasil visual, melihat kekurangan tampilan, lalu melakukan perbaikan. Proses berulang tersebut disebut Moonshot sebagai vision in the loop, yaitu penglihatan yang terus dipakai selama pekerjaan berlangsung.
Moonshot juga memperlihatkan Kimi K3 menyusun pengalaman permainan tiga dimensi dari bahan visual dan instruksi pengguna. Model dapat membuat dunia, karakter, tingkatan permainan, serta bagian interaktif.
Pada bidang penyuntingan video, Kimi K3 diklaim mampu memilih bahan dari 56 klip, menyesuaikan potongan dengan gerakan, mengatur ketepatan irama, memproses audio, dan melakukan revisi beberapa kali. Seluruh contoh tersebut merupakan demonstrasi Moonshot sehingga hasil penggunaan oleh masyarakat dapat berbeda.
Kemampuan visual dapat berguna bagi Copilot dan Azure karena pekerjaan perusahaan tidak selalu berbentuk teks. Dokumen kantor dapat berisi grafik, tabel, foto, diagram, dan halaman yang dipindai sebagai gambar.
Pekerjaan Dokumen Menjadi Sasaran Besar
Kimi K3 juga dikembangkan untuk tenaga profesional yang bekerja dengan laporan, data, lembar kerja, dan presentasi. Sistem dapat mencari informasi, menyusun bahan, menghasilkan visualisasi, serta membuat halaman interaktif.
Dalam salah satu contoh, Moonshot meminta Kimi K3 membuat riset mengenai industri cip AI selama 42 tahun. Perusahaan menyebut model melakukan lebih dari 2.800 pencarian dan pengambilan informasi melalui internet, membaca lebih dari 11.000 halaman, memeriksa 87 laporan kuartalan, dan mengolah 99 dokumen asli.
Contoh lainnya mencakup pengolahan 391 peristiwa gelombang gravitasi dengan bantuan lebih dari 20 agen yang bekerja bersamaan. Hasilnya berupa visualisasi ilmiah, tabel, dan rangkuman penelitian.
Kemampuan seperti ini sesuai dengan kebutuhan Microsoft 365. Pengguna Copilot banyak meminta bantuan untuk menelaah dokumen Word, mengolah lembar Excel, membuat presentasi PowerPoint, dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.
Apabila Kimi K3 dapat menjalankan sebagian pekerjaan tersebut dengan biaya lebih rendah, Microsoft dapat mengurangi ketergantungan pada model paling mahal untuk setiap permintaan.
Bobot Kimi K3 Belum Seluruhnya Dilepas
Moonshot menyatakan Kimi K3 tersedia melalui situs Kimi, Kimi Work, Kimi Code, serta layanan API. Namun, peluncuran awal tidak langsung disertai seluruh bobot model.
Perusahaan menjadwalkan pelepasan bobot penuh paling lambat 27 Juli 2026. Moonshot mengatakan masih bekerja dengan penyedia inferensi dan pengelola perangkat lunak terbuka untuk memastikan rincian teknisnya sesuai.
Hal tersebut perlu diperhatikan ketika Kimi K3 disebut sebagai model terbuka. Pengguna memang sudah dapat mencobanya melalui layanan Moonshot, tetapi kebebasan memasang dan mengubah model baru benar benar dapat dinilai setelah berkas, ketentuan lisensi, dan dokumentasi lengkap tersedia.
Istilah model terbuka juga berbeda dari perangkat lunak sumber terbuka sepenuhnya. Sebuah perusahaan dapat merilis bobot model tanpa membuka data pelatihan, metode penyaringan, seluruh kode, atau informasi lengkap mengenai proses pembuatannya.
Permintaan Tinggi Membuat Kapasitas Moonshot Kewalahan
Peluncuran Kimi K3 mendapat sambutan yang melampaui perkiraan perusahaan. Moonshot menghentikan sementara penerimaan pelanggan baru setelah permintaan pengguna mendekati batas kluster komputasinya.
Dalam waktu sekitar 48 jam, jumlah permintaan meningkat tajam. Perusahaan memutuskan memprioritaskan pelanggan berbayar yang sudah terdaftar sambil menambah kapasitas. Moonshot juga berencana memisahkan paket langganan umum dan paket khusus koding agar sumber daya dapat dibagi lebih tepat.
Keadaan tersebut memperlihatkan sisi lain dari model berukuran sangat besar. Kimi K3 dapat menawarkan kemampuan tinggi, tetapi biaya dan kebutuhan komputasinya tetap berat. Reuters mencatat sedikit pengguna yang kemungkinan mampu menjalankan model penuh secara mandiri karena perangkat kerasnya mahal.
Azure dapat menjadi jalan penting bagi Moonshot. Infrastruktur Microsoft memungkinkan perusahaan menyediakan akses Kimi K3 kepada pelanggan global tanpa setiap pengguna membeli puluhan akselerator sendiri.
Bagi Microsoft, model populer juga dapat menarik lebih banyak pelanggan menggunakan Azure. Perusahaan memperoleh pendapatan dari penyimpanan, komputasi, keamanan, pemantauan, dan layanan pengembangan yang digunakan bersama model tersebut.
Penulis menilai persoalan terbesar Kimi K3 bukan membuktikan bahwa model mampu mencetak nilai tinggi dalam pengujian, tetapi menjaga kecepatan dan kestabilannya ketika digunakan jutaan orang secara bersamaan.
Pengujian Microsoft Belum Menjamin Kimi Masuk Copilot
Perusahaan teknologi rutin menguji banyak model sebelum memilih satu produk. Hasil pengujian dapat berakhir dengan penerapan penuh, penggunaan terbatas, penundaan, atau pembatalan.
Microsoft harus memeriksa kemampuan Kimi K3 ketika menangani bahasa selain Inggris dan Mandarin. Dokumentasi model Kimi generasi sebelumnya di Microsoft Foundry menyebut dukungan utama pada dua bahasa tersebut. Untuk Copilot yang digunakan di banyak negara, ketepatan dalam bahasa lokal menjadi unsur penting.
Perusahaan juga harus memastikan pengelolaan data pelanggan memenuhi persyaratan penyimpanan wilayah, perlindungan informasi, hak cipta, dan ketentuan industri. Pelanggan pemerintahan, kesehatan, perbankan, dan pertahanan biasanya memiliki aturan lebih ketat daripada pengguna umum.
Microsoft dapat memilih menghadirkan Kimi K3 hanya melalui Foundry agar pelanggan menentukan sendiri apakah model tersebut sesuai. Cara ini berbeda dari menjadikannya mesin bawaan Copilot yang digunakan masyarakat tanpa memilih model secara langsung.
Tuduhan Distilasi Ikut Membayangi Moonshot
Keberhasilan model China juga disertai perdebatan mengenai cara pelatihannya. Anthropic pernah menuduh Moonshot, DeepSeek, dan MiniMax memakai akses yang tidak sah untuk mengambil kemampuan Claude melalui distilasi.
Distilasi merupakan metode melatih model dengan memanfaatkan keluaran model lain. Teknik tersebut dapat digunakan secara sah apabila sesuai izin dan ketentuan layanan. Persoalan muncul ketika pengambilan data dilakukan dengan akun palsu, otomatisasi tersembunyi, atau cara yang melanggar aturan penyedia.
Tuduhan tersebut belum menjadi bukti bahwa seluruh kemampuan Kimi K3 berasal dari model Amerika. Moonshot mempunyai tim penelitian sendiri dan telah menerbitkan berbagai karya mengenai perhatian linear, sistem inferensi, model visual, serta agen paralel.
Microsoft perlu mempertimbangkan persoalan hukum ini sebelum menggunakan Kimi K3 secara luas. Integrasi ke Copilot dapat memunculkan pertanyaan dari regulator Amerika Serikat, terutama ketika persaingan teknologi dengan China sedang meningkat.
Kimi K3 Menambah Tekanan bagi Model Tertutup
Kimi K3 belum mengalahkan seluruh model tertutup. Moonshot sendiri mengakui performa keseluruhannya masih berada di bawah model terkuat Claude Fable 5 dan GPT 5.6 Sol. Namun, K3 menunjukkan hasil tinggi pada pengembangan tampilan, pekerjaan agen, pengolahan dokumen, dan sejumlah pengujian koding.
Posisi tersebut sudah cukup untuk menarik perhatian perusahaan. Tidak semua tugas memerlukan model terbaik dengan biaya tertinggi. Banyak perusahaan hanya membutuhkan sistem yang cukup akurat, mudah dipasang, cepat, dan lebih murah.
Microsoft kini memiliki beberapa pilihan. Perusahaan dapat menempatkan Kimi K3 di Azure sebagai layanan bagi pengembang, memakainya untuk sebagian permintaan Copilot, atau memasukkannya ke sistem pengarah model yang memilih mesin berdasarkan jenis pekerjaan.
Informasi berikutnya yang perlu diperhatikan adalah pengumuman resmi Microsoft, pelepasan bobot lengkap Kimi K3, hasil pengujian independen, dukungan bahasa tambahan, serta kemampuan Moonshot menambah kapasitas komputasi. Sampai rincian tersebut tersedia, ketertarikan Microsoft masih berada pada tahap evaluasi, bukan keputusan bahwa Kimi K3 telah resmi menjadi mesin utama Copilot.






